• Peternakan dan Penangkaran 21.08.2015 Comments Off on Cara memulai usaha ternak ayam potong.

    Usaha ayam potong atau sering disebut dengan ayam broiler sudah dikenal umum di seluruh tanah air. Permintaan protein hewani yang semakin meningkat dari hari ke hari terkadang membuat harga produk peternakan ini semakin mahal karena tidak diimbangi dengan produksi yang cukup. Coba perhatikan harga ayam potong jelang lebaran, biasanya harga akan melambung tinggi hingga mencapai Rp. 40.000/ kg, padahal biaya produksinya hanya Rp. 10 – 15 ribu / Kg. ayam-broiler

    Dari selisih harga jual dan biaya produksi tersebut saya yakin anda akan semakin tertarik untuk memulai usaha ternak ayam potong ini. Masalahnya, apakah anda sudah memahami seluk beluk bidang usaha budidaya ini? Jika niat anda hanya karena melihat sisi laba yang dapat diperoleh tanpa memahami sektor resiko sebaiknya urungkan saja niat tersebut. Resiko unsaha ternak ayam potong sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari ayam petelur.

    Untuk itu tulisan kali ini saya akan coba membahas tentang cara memulai usaha ternak ayam potong sekaligus pemaparan tentang cara budidaya dan resiko yang sering menimpa peternak.

    Secara umum usaha budidaya ini memiliki 2 sistem:

    1. Usaha mandiri
    2. Kemitraan ternak ayam broiler

    Usaha mandiri artinya seluruh komponen budidaya ternak ayam potong ditanggung oleh peternak. Dengan kata lain, anda secara pribadi bertanggung jawab mulai dari proses pembuatan kandang, penyediaan bibit, makanan, obat-obatan, perawatan, panen hingga pemasaran. Keuntungan budidaya ayam potong secara mandiri ini adalah si peternak memperoleh keuntungan penuh sesuai dengan harga pasar. Kelemahannya adalah si peternak menanggung semua resiko usaha secara penuh; seperti penangan penyakit hingga rumitnya memasarkan ayam potong. Karena kelemahan inilah maka hadir perusahaan kemitraan ayam broiler.

    Usaha kemitraan ayam potong adalah melaksanakan usaha budidaya secara bahu membahau antara perusahaan sebagai Inti dengan peternak sebagai plasma. Pada sistem usaha ini peternak hanya berkewajipan menyediakan kandang dengan skala yang telah ditetapkan oleh perusahaan inti dan merawat ayam hingga masa panen tiba. Kelebihan usaha kemitraan ayam potong adalah peternak hanya butuh modal membangun kandang, dan mendapatkan pendampingan dalam perawatan serta penanganan kesehatan ayam broiler dari perusahaan inti, dan mendapat jaminan pemasaran . Kelemhannya adalah peternak tidak leluasa menentukan harga jual, dimana harga jual yang berlaku bukanlah harga pasaran melainkan harga kontrak yang telah ditetapkan bersama antara perusahaan dengan plasma.

    Berikut ini langkah-langkah memulai budidaya ayam potong:

    1. Mendirikan kandang, dipersiapkan mulai dari izin hingga tata letak yang baik sesuai dengan arat matahari dan kecenderunagn arah angina. Ayam broiler cukup rentan dengan kondisi iklim sehingga perlu dipertimbangkan arah kandang yang harus dibangun.
    2. Pada pendirian kandang juga harus diperhatikan sumber air dan listrik.
    3. Jika kandang sudah siap maka pasang peralatan untuk menyambut kedatangan DOC ayam potong terutama menyangkut penghangat, sekat dan litter yang cukup. Siapkan juga peralatan makan dan minum khusus untuk anak ayam.
    4. Selama 14 hari pertama peternak tidak boleh jauh-jauh dari kandang, sebab masa ini sangat penting untuk kesuksesan usaha.
    5. Melaksanakan vaksinasi minum dan tetes pada waktu yang tepat 7, 14 dan 21 hari.
    6. Selama 14 hari pertama secara perlahan dikontrol suhu ruangan kandang siang malam. Cara sederhana perhatikan kondisi anak ayam, jika bergeromol (berkumpul-kumpul) berarti suhu kandang terlalu rendah, bila menyebar secara merata berarti suhu kandang sudah sesuai dengan kebutuhan anak ayam.
    7. Setelah 14 hari perawatan menjadi lebih mudah, dimana peternak hanya perlu melakukan kontrol pemberian pakan 2 kali sehari saja, hal ini berlaku hingga masa panen.
    8. Pemberian antibiotik dan vitamin pada minuman ayam diberikan dari hari ke 5 hingga 10 hari sebelum masa panen. Khusus vitamin dapat diberi hingga masa panen.

    Salam Sukses.

    ( Sumber: http://kesehatan-ternak.blogspot.com/2014/08/cara-memulai-usaha-ternak-ayam-potong.html )

    Tags: , ,

  • Peternakan dan Penangkaran 21.08.2015 Comments Off on Peluang Bisnis Sampingan Beternak Ayam Kampung.

    Peluang bisnis di bidang ternak sebagai bisnis sampingan sekarang ini memang masih terbuka lebar. Kebutuhan masyarakat akan makanan hewani beserta turunannya juga masih sangat tinggi dan akan terus meningkat setiap tahunnya. Salah satu jenis hewan yang sampai dengan saat ini masih banyak dibutuhkan oleh masyarakat adalah ayam kampung.ternak-ayam-kampung-600x450

    Menjalankan bisnis sampingan di bidang ternak adalah bisnis yang paling mudah untuk dilakukan siapa saja termasuk para karyawan di sela-sela waktu luang setelah pulang bekerja. Selain mudah untuk dilakukan, bisnis sampingan bidang ternak ini juga merupakan peluang bisnis sampingan di rumah yang bisa dibidik oleh para pelajar, mahasiswa hingga ibu rumah tangga dalam jumlah atau skala tertentu.

    Peluang bisnis sampingan beternak ayam kampung ini dikatakan mudah karena ternak ayam hanya membutuhkan perhatian pada saat memberi makan saja, yaitu di pagi dan sore hari. Ternak ayam di rumah tentu saja jumlahnya menyesuaikan dengan berapa luas area pekarangan rumah yang dimiliki di rumah. Jika Anda ingin memulai bisnis ternak ayam kampung di rumah sebagai bisnis sampingan maka berikut ini adalah tahapan-tahapan yang perlu Anda perhatikan.

    Perencanaan

    Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis ternak adalah menentukan suatu perencanaan. Ketahuilah terlebih dahulu mengenaiilmu dasar budidaya ayam secara garis besar, karena setiap bisnis pasti mempunyai resiko tidak terkecuali ternak ayam. Resiko yang paling berat adalah resiko kematian yang terjadi secara mendadak, biasanya disebabkan oleh penyakit flu burung dan gumboro.

    Jika ternak ayam Anda di area sekitar rumah dan berdekatan dengan pemukiman maka pastikan ayam-ayam Anda divaksinasi dan kandang juga harus disterilisasi secara rutin dengan disinfektan. Jika dirasa perlu, Anda juga bisa meminta penyuluhan kepada petugas peternakan mengenai budidaya ternak ayam kampung sehingga dengan mudah Anda dapat melakukan perencanaan peternakan secara teliti.

    Penyediaan Kandang Ternak

    Buatlah kandang ternak ayam kampung dengan ukuran 1 meter persegi dengan diisi 7 ekor ayam kampung, itu adalah ukuran yang optimal jika Anda ingin memelihara ayam kampung dengan sistem full kandang.

    Kandang yang baik untuk memelihara ayam kampung adalah model ren atau postal dimana kandang tidak perlu dilapisi oleh litter, karena pemeliharaan ayam kampung lebih lama jika dibandingkan dengan ayam broiler.

    Kandang model ren adalah kandang ayam dengan sebagian kandang diberi atap dan sebagiannya lagi dibiarkan terbuka. Bagian kandang yang tertutup itulah yang biasa digunakan oleh ayam kampung berteduh dan tidur dan bagian yang terbuka digunakan untuk makan dan bermain.

    Pembelian Bibit Ayam

    Bibit ayam adalah anak ayam yang berumur sekitar 1 sampai 7 hari yang biasa disebut juga dengan DOC (Day Old Chick). Untuk budidaya ayam kampung, sebaiknya jangan membeli bibit ayam yang masih DOC tetapi belilah bibit ayam yang sudah dalam keadaan dara karena perawatannya jauh lebih mudah dibandingkan dengan DOC. Dimana untuk bibit ayam yang masih DOC itu harus diberi pakan khusus, harus divaksinasi dan harus dihangatkan.

    Selanjutnya, hal yang perlu diperhatikan para pelaku bisnis dalam menjalankan bisnis sampingan beternak ayam kampung ini adalah pemeliharaan, kesehataan, penanganan saat panen dan pasca panen.

    ( Sumber: http://bisnisukm.com/peluang-bisnis-sampingan-beternak-ayam-kampung.html )

    Tags: , ,

Cari artikel

 
WP_Modern_Notepad