• Peternakan dan Penangkaran 19.08.2015 Comments Off on Bisnis kenari: Apa yang dimaksud dengan F Series

    “Om ada F1 gak ?”

    Kalau sudah dapat SMS atau email seperti ini saya kadang-kadang bingung sendiri (maaf bingungnya gak ngajak-ngajak …. 🙂 ), kalimat diatas susah menterjemahkannya. Saya tidak tahu apakah saya yang kuper (ketinggalan informasi) sehingga ketika ada pertanyaan diatas saya bingung untuk menjawabnya.

    Yang saya tahu F itu sendiri singkatan dari Filial yang kalau diartikan secara gampangnya yaitu peranakan/keturunan dari hasil breeding, biasanya F diikuti dengan angka seperti F1, F2 dst. Artinya F1 itu adalah keturunan pertama hasil silangan dari indukan A dengan B, F2 turunan ke 2 dst. Sebagian besar hobis burung kenari mempersempit makna dari F1 itu sendiri, biasanya yang dimaksud F1 di komunitas burung kenari adalah burung kenari hasil silangan Yorkshire dengan kenari lokal/super. Padahal hasil silangan kenari beragam ada breeder yang menyilangkan kenari Lizard dengan lokal, WS, gloster dll. Bagi saya Pribadi lebih senang mengambil jalur murni (breeding YS dengan YS, Lizard dengan Lizard dll) bahkan kalau bukan karena ingin sharing dengan rekan-rekan kenarimania di Palembang saya hanya focus di satu jenis burung kenari.sing-canary1

    Didunia breeding kita mengenal ada kawin silang, dimana breeder melakukan kawin silang bertujuan sebagai berikut :

    Pertama, mempertahankan sifat asli individu karena mempunyai sifat individu yang langka, contoh yang umum didunia burung kenari yaitu mengawin silangkan kenari Yorkshire dengan burung kenari lokal/super. Selain ingin mempertahankan sifat individu dari Yorkshire juga ingin memperbanyak burung kenari Yorkshire dengan biaya tidak terlalu tinggi. Proses kawin silang-nya adalah Induk Yorkshire dikawinkan dengan kenari lokal, hasil silangan YS dengan lokal disebut F1YS dari beberapa anak yang mempunyai kualitas unggul body besar mirip induknya dikawinkan kembali dengan induknya maka lahir F2YS. F2YS yang terbaik dikawin silang dengan kakek/nenek maka lahirlah F3YS, F3YS terbaik disilang dengan buyut maka lahirlah F4YS. Tahap F4 ini merupakan fix strain maksudnya jika F4YS disilang dengan F4YS anaknya merata (seragam) seperti buyuknya.

    Kedua, tujuan peternak dalam breeding yaitu meningkatkan kualitas individu, setiap makhluk hidup mempunyai kelebihan tetapi dibalik kelebihan tersebut juga ada kekurangnya. Sebagai hobis tentu kita ingin mendapatkan hewan kesayangan yang mempunyai kualitas tanpa cacat. Untuk menutupi kekurangan tersebut maka diadakan kawin silang. Saat ini bahkan sejak dahulu berkembang rumor bahwa kenari warna cerah sulit memenangkan lomba tarik suara, rata-rata kualitas maupun staminanya kalah oleh burung kenari warna hijau.

    Bertolak dari rumor diatas maka kenarimania berpacu mengerahkan berbagai ilmu yang didapat untuk menghasilkan burung kenari dengan warna ciamik disertai suara yang menarik hati. Dalam cross breeding ini tidak mengenal fix strain/tidak mengenal batasan sampai tahap mana (keturunan berapa), jika si breeder sudah merasa cocok dengan hasil silangannya walaupun baru 1 tahap (F1) maka kawin silang bisa dihentikan.

    Ngomongin proses kawin silang jadi ingat cerita saya di tulisan terdahulu, dimana pada zaman dulu ada 2 buah kerajaan yang ingin menikahkan putra/putri kedua kerjaan tersebut. Dimana putra mahkota itu jelek tetapi dikenal akan kepintarannya yang tiada tanding, sedangkan putri kerjaan satunya lagi mempunyai paras cantik hanya sayang bodohnya minta ampun.

    Disepakatilah oleh kedua Raja untuk menikahkan anaknya dengan harapan cucu-nya nanti mengambil sifat unggul dari kedua orang tuanya, yaitu cantik/ganteng dengan kepandaian tiada tanding. Namun apa yang terjadi setelah cucu-nya lahir, ternyata cucu-nya mengambil sifat-sifat jelek kedua orang tuanya yaitu rupanya jelek dan bodoh… lha kok jadi ngawur kemana-mana, maaf hanya sebuah catatan kecil mudah2an rekan-rekan bisa memaknai inti dari tulisan ini………. 🙂

    Salam ngetir mania

    ( Sumber dari : https://burungkenari.wordpress.com/2012/03/28/apa-yang-dimaksud-f-series/#more-1446 )

    Tags: , ,

  • Peternakan dan Penangkaran 19.08.2015 Comments Off on Lovebird Rose, juara Piala Raja, ditawar Rp 50 juta: Apa jawaban Om Eko LMS?

    Bagi Om Eko, ini merupakan puncak pencapaiannya sebagai pemain, sekaligus puncak prestasi bagi lovebird Rose selama ini. Menjuarai lomba memang sudah sering dialaminya, baik bersama lovebird Rose maupun gaco orbitannya yang lain.

    olivia-vs-artur-indukan-oliviajr-dan-rose“Tetapi setiap pemain tahu, prestise dan gaung Piala Raja jelas berbeda sekali. Jadi saya benar-benar bahagia, bangga, dan bersyukur sekali. Teman-teman juga bilang, susah mengulangi prestasi seperti ini lagi. Mungkin ini memang sedang harinya lovebird Rose,” ujarnya merendah.

    Sebagaimana burung jawara di even akbar lainnya, tawaran untuk meminang Rose pun berdatangan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari seseorang yang langsu membuka harga Rp 50 juta.

    “Jumlah itu sebenarnya cukup besar bagi saya. Tetapi hati kecil saya berkata, jangan dilepas dulu. Ya, saat ini, saya mesti mengikuti kata hati dulu,” tambahnya.

    Breeding warisan ayah Om Eko

    Satu hal yang membuatnya makin bangga adalah Rose merupakan salah satu lovebird hasil breeding dari kandangnya sendiri. Om Eko sudah banyak menghasilkan lovebird berprestasi dari kandangnya.

    “Sebagian besar sudah berpindah tangan alias dibeli lovebird lovers di berbagai daerah, termasuk ke Bali, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi,” kata Om Eko.

    Di kediamannya, Jalan Ledoksari No 6 Solo, dekat Stasiun KA Jebres, terdapat 60 kandang indukan lovebird. Dari jumlah tersebut, 15 pasang induk merupakan lovebird basis suara trah juara, termasuk indukan lovebird Rose.

    Selebihnya merupakan pasangan induk lovebird basis warna, mulai dari lutino, pastel, blorok, hingga yang sedang ngetren saat ini: parblue dan biola.

    Om Eko tidak ingat persis sejak kapan menjadi breeder lovebird. Lha, kok gitu? “Ya, sejak saya masih kecil, ketika lovebird belum sepopular sekarang, di rumah sudah ada kandang serta pasangan induk lovebird,” jawabnya.

    Om Eko memang mewarisi penangkaran lovebird dari ayahnya. Selain lovebird, ayahnya juga dikenal sebagai penangkar burung derkuku. Ilmu breeding sang ayah menetes pada anaknya.

    “Saya tinggal meneruskan breeding lovebird dan derkuku yang sudah dijalankan Bapak selama bertahun-tahun,” kata Om Eko.

    Sama seperti ayahnya, Om Eko pun tidak hanya berkutat di kandang ternak saja. Dia juga aktif menurunkan burung hasil penangkarannya, baik derkuku, lovebird, juga kenari.

    Yang membedakan era ayahnya dan dirinya adalah tren lovebird mengalami perkembangan sangat pesat, terutama untuk lovebird basis warna.

    “Saya harus mengikuti perkembangan terbaru, di mana lovebird parblue dan biola sedang ngetren. Belum banyak peternak yang mengembangkan dua jenis ini, sehingga harganya pun masih sangat tinggi,” tambah Om Eko.

    Demikian pula lovebird basis suara, di mana karakter paling dicari adalah burung yang rajin bunyi dengan durasi panjang. Berbekal pengalamannya yang cukup lama, Om Eko terus menyilangkan beragam lovebird basis suara untuk menghasilkan karakter sesuai yang dibutuhkan dalam lomba.

    Dari 15 pasangan induk lovebird basis suara, Om Eko merasa puas karena sebagian besar anakannya mempunyai kualitas oke, termasuk lovebird Rose yang menjadi puncak pencapaiannya selama ini.

    Rose berasal dari pasangan lovebird bernama Arthur (induk jantan) dan Olivia.  Beberapa penggemar lovebird mengincar anakan-anakan Arthur-Olivia, alias ingin memiliki adik-adik Rose.

    Harganya yang relatif murah, Rp 2,5 juta per ekor (umur dua bulan) membuat peminatnya rela antre (indent) lumayan panjang.

    Om Kicau sempat bertemu dengan salah seorang peminat adik Rose. Namanya Om Agus Vrs, salah seorang pemain asal Solo. Om Agus mengaku senang bisa mendapatkan adik Rose yang sudah dipesannya beberapa bulan lalu. “Saya gembira, karena mendapat adik Rose setelah sang kakak menjuarai Piala Raja. Pesannya sudah lama,” ujarnya.

    Saat ini Om Eko LMS sedang menambah materi indukan, khususnya lovebird jantan. Syaratnya sama seperti pejantan-pejantan lain di kandangnya, yaitu rajin bunyi dan ngekeknya panjang-panjang.

    Tak mudah memang untuk mencari pejantan dengan kualifikasi seperti itu, karena jarang sekali lovebird induk jantan yang diturunkan ke arena lomba.

    Penjemuran sampai pukul 12.00

    Pengen tahu bagaimana Om Eko merawat dan menyiapkan lovebird untuk lomba? Sebenarnya cukup sederhana. Menurut dia, kuncinya ada pada mandi dan jemur.

    anakan-calon-juara-masa-depan“Lovebird lomba memang membutuhkan durasi penjemuran yang cukup. Asupan pakan relatif sama, ada bijian yang lazim buat lovebird seperti milet dan canary seed, gabah merah, dan jewawut,” kata Om Eko.

    Untuk extra fooding (EF), dia memberikan jagung muda seminggu sekali, sayuran, dan asinan. Untuk asinan, dia biasa menggunakan yang sudah jadi (bubuk halus).

    Biasanya, para pemain menjemur lovebirdnya dengan durasi 30 menit hingga dua jam. Tetapi tidak demikian dengan Om Eko LMS. Setelah mandi pagi, burung dianginkan sejenak, kemudian dijemur sampai pukul 12.00.

    “Logikanya sederhana saja. Habitat asli lovebird itu kan di Afrika, tentu terbiasa dong dengan panas. Nah, dari situlah saya berani menjemur lovebird dengan durasi cukup lama, sampai jam duabelas,” tandas Om Eko.

    Semoga bermanfaat.

    Salam sukses.

     

    (Artikel sumber dari : http://omkicau.com/2014/09/18/lovebird-rose-juara-piala-raja-ditawar-rp-50-juta-apa-jawaban-om-eko-lms/)

    Tags: ,